Cara Kaya Dari Uang Recehan Yang Mudah Dilakukan

Anda bisa kaya dengan memanfaatkan uang receh yang yang anda punya, percayakah anda?

Baiklah, ini adalah beberapa pengalaman sendiri yang saya lakukan sejak 9 tahun yang lalu.

Sebagian masih saya lakukan sampai sekarang.

Untuk sebagian orang, uang receh – di sini saya ibaratkan saja dengan koin, dianggap tidak penting dan bikin penuh dompet atau saku baju.

Terutama kaum lelaki, apalagi para remaja, seakan gengsinya jadi turun kalau terlihat memegang uang koin.

Kecuali kaum perempuan ya, terutama ibu-ibu.

Perempuan biasanya sangat perduli dan perhitungan dengan yang namanya uang receh, mungkin kalau dalam bahasa jawanya diwakili oleh kata gemi (hemat).

Tiap hari saya selalu punya uang koin, bisa didapat dari kembalian belanja, kembalian uang parkir atau nemu di laci, di kolong bahkan yang lebih ekstrim,  di jalan, saya pungut.

Awalnya memang hobi dan suka ngumpulin uang koin, lama kelamaan jadi semacam kebutuhan karena seringnya dilakukan, sampai-sampai tempat/wadah koleksi uang koin sudah penuh semua.

Saya punya beberapa buah topless, semuanya penuh dengan uang koin.

3,5 tahun kemudian saya harus pindah lokasi kerja ke pulau lain, tidak mungkin juga membawa koin segitu banyaknya.

Akhirnya dihitunglah koinnya, dan jumlahnya mencapai 6 juta 400 ribu lebih, wow..menakjubkan juga.

Anda sekarang pasti mengerutkan kening nih..”judul artikelnya kaya dari uang receh..masak punya 6 juta saja disebut kaya!, lebay ahh..”

Tunggu sebentar, jangan ngambek dulu, the show will go on..itu belum masuk ke inti artikelnya, silahkan lanjutkan membacanya.

Saya akan menjelaskan trik yang sederhana agar cepat menjadi kaya, hanya dengan uang recehan, iya betul uang recehan.

Berapakah nominal yang saya pakai untuk mewakili istilah uang recehan yang saya maksud?, apakah 500 rupiah? 1000 rupiah?, Tidak!

Tapi hanya 100 (seratus) rupiah saja, iya benar 100 rupiah.

Memang hanya 100 rupiah, tapi saya mengandalkan apa yang dinamakan Faktor Kali.

Nominal yang hanya 100 rupiah itu dikalikan jumlah yang banyak.

Bisa tidak terhingga jumlahnya.

Sejak tahun 2009 saya adalah agen pulsa elektronik yang melayani pembelian pulsa secara grosir, dan itu saya tekuni sampai saat ini, kenapa?

Karena keuntungan yang didapat sangat fantastis, bisa saja kalau orang lain akan lebih hebat lagi pendapatannya, tentunya dengan trik-trik tertentu.

Karena tiap orang berbeda dalam melakukannya, meskipun jenis usahanya sama, iya..tergantung usaha dan trik masing-masing.

Inilah perhitungannya :

setelah 1  tahun berjalan saya mempunyai pelanggan (kita menyebutnya downline) sebanyak 126 orang,  baru setahun sejak saya menjadi agen.

Tapi downline yang aktif hanya sekitar 72 orang, agar perhitungannya mudah kita bulatkan saja jadi 70 orang.

Dalam sehari tiap downline melakukan transaksi isi pulsa elektrik, ada yang 10 kali transaksi, ada yang 20 kali, bahkan ada yang sampai 40 kali transaksi.

Keuntungan yang saya dapat adalah hanya  sebesar 100 rupiah dari setiap transaksi downline.

Kalau  saya  asumsikan transaksi rata-rata tiap downline 20 kali dalam sehari, bisa dihitung berapa keuntungan yang bisa didapatkan dalam sehari, sebulan atau setahun.

20 (transaksi) x 70 (orang/downline) x 100 = Rp. 140.000 (sehari)

140.000 X 30 =Rp.  4.200.000 (sebulan)

4.200.000 X 12 (setahun) = Rp. 50.040.000 (setahun)

 

Saat saya menulis artikel ini, keagenan saya sudah berjalan sekitar 8 tahun, dan jumlah downline saya sekitar 350 orang.

Tapi tentu ada yang aktif dan tidak aktif, yang tidak aktif artinya membeli tapi frekwensinya tidak tentu atau tidak terus menerus, bahkan ada yang berhenti.

Tapi tiap waktu ada penambahan jumlah downline, disamping pengurangan juga.

Sampai saat ini downline aktif sekitar 200 orang, silahkan hitung kalau mau tahu keuntungan yang didapat saat ini.

Kadang kita bertanya-tanya mengapa si A usahanya  berkembang begitu cepat?, atau kok bisa dalam waktu singkat punya banyak cabang?

Nah..inilah yang dinamakan keuntungan karena Faktor Kali,  jangan dilihat jumlah nominal yang diperoleh. Memang recehan.

Tapi dikali berapa  keuntungan itu terjadi.

Usaha yang perkembangannya lambat disebabkan karena masih menggunakan faktor tambah/penjumlah, 1+1=2, 2+2=4 dan seterusnya.

Apakah ini bisa berkembang dan maju?  jawabannya, Tentu Bisa!, tapi lambat.

Bandingkan dengan usaha yang mempunyai faktor kali, 2 x 2=4, 4 x 4=16 dan seterusnya, jauh lebih besar hasilnya.

“Mas Bro..itu  kalau jadi agen pulsa..! perusahaanya sudah mempunyai sistem keagenan dan pembagian  keuntungannya jelas, lah.. saya cuma jual nasi bungkus pinggir jalan..!”

“Sedangkan penjualan nasi bungkus saya perhari hanya bisa tembus  70 bungkus perhari, itupun pakai kesabaran tingkat tinggi nungguin dagangan, gimana mau dapat faktor kali?..”

Sebenarnya jual nasi bungkus mendatangkan keuntungan yang lebih besar, bisa jadi keuntungan yang didapat dari tiap bungkus adalah 1500 rupiah.

Jelas jauh lebih besar dari keuntungan jual pulsa secara grosir, yang hanya 100 rupiah per-transaksi.

Ok, kalau itu persoalannya, berikut ini akan saya ceritakan kisah sukses tetangga saya, yang juga menjual nasi bungkus.

Anggap teman saya itu bernama A, di awal usahanya si A ini berjualan nasi bungkus dengan menyewa sebuah lapak kecil pinggir jalan.

Waktu jualannya adalah sore hari, dari jam 6 sore sampai malam, atau sampai habis dagangannya. Harga nasi perbungkusnya 5000 rupiah.

Dia bisa menjual maksimal 60 sampai 70 bungkus semalam, tidak bisa bertambah lagi dan menthok jumlah segitu.

Dia coba membuat lebih banyak, 120 bungkus, tapi di lokasi itu penjualannya tidak bisa meningkat lagi, hanya laku 60 sampai 70 bungkus.

Keuntungan yang didapat dari perbungkus nasi  katakanlah 1000-1500 rupiah, berarti dalam sehari hanya memperoleh antara 60.000 sampai 75.000 saja, tidak lebih.

Kami berbincang-bincang tentang usahanya, saya sarankan untuk menggunakan faktor kali. meskipun awalnya belum ngerti, tapi dengan bersemangat dia coba melakukan apa yang saya sarankan.

Sehubungan dengan faktor kali itu, saran saya begini :

Si A ini tetap berjualan tiap harinya dengan harga 5000, tapi sekarang harus diusahakan untuk promosi nasi bungkusnya seharga 4000 tapi secara grosir.

Grosir di sini adalah diperuntukkan bagi pelanggan yang akan menjual kembali nasi bungkus itu secara ecer.

Dengan harga segitu, keuntungan yang didapat bakal lebih kecil, sekitar 1000 rupiah saja.

Pertama ada 2 pelanggan, membeli secara grosir masing-masing sebanyak 30 bungkus, pembayaran tunai, dan keuntungan 60.000 rupiah.

Sampai di sini mulai terbuka pikirannya dan mulai mengerti apa itu faktor kali, keuntungan kecil artinya recehan tapi dikalikan dengan jumlah banyak.

Sampai artikel ini saya tulis pelanggan dia sudah mencapai 11 orang, bisa dihitung berapa bungkus nasi bisa dia jual sekarang.

Perhitungan kasarnya seperti ini, inipun sementara karena pelanggannya pasti akan terus bertambah:

11 (pelanggan) x 40 (bungkus nasi) = 440 bungkus perhari

Keuntungan yang didapat adalah :

440  x 1000 = 440.000 sehari

440.000 x 30 = 13.200.000 sebulan

Setahun ?..

Jumlah yang lumayan besar untuk pedagang pemula.

Saya diberitahu olehnya bahwa dia tidak lagi berjualan di malam hari, saat ini dia fokus di penjualan secara grosir.

Untuk meningkatkan penjualan dan menambah pelanggan, atau minimal mempertahankan pelanggan yang sudah ada.

Mesti punya juga yang namanya faktor nilai tambah, yaitu nilai sebuah produk atau pelayanan yang lebih baik dan merupakan nilai tambah dibanding dengan produk sejenis atau pesaing.

Misalkan rasa yang diberikan lebih enak daripada nasi bungkus orang lain, pasti pelanggan akan tetap setia membelinya, bahkan akan bertambah pelanggan baru.

Nah..bagaimana sekarang mulai mengerti kan, karena itu jangan sekali-kali meremehkan uang recehan.

Kalau  bersungguh-sungguh menggunakan faktor kali, jangan heran kalau  bisa menjadi kaya karena uang recehan, dimana anda senang meningkatkan jumlahnya tiap waktu.

Bagi yang mau menambahkan silahkan menuliskannya di kolom komentar.

Salam.

sumber gambar : http://www.silverestrella.com/2016/07/recehan.html

 

 

 

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *