Ternyata Saya Bukan Pebisnis Tapi Pedagang

Suatu ketika saya ketemu teman lama, dia bertanya “Hai brow, bisnis apa sekarang?”, anda pernah kan ditanya seperti itu,

dan saya menjawab sekenanya saja, “bisnis sepatu brow”.

Antara pertanyaan dan jawabannya sebenarnya nggak nyambung, nanya bisnis apa, jawabnya dagang apa, terdengar beda kan?.

Tapi, apakah memang beda antara bisnis dan dagang itu?.

Begini.. dulu, saya menganggap secara konsep sederhana,  antara dagang dan bisnis itu sama. Sampai beberapa waktu belakangan ini saya masih menyamakan keduanya.

Tetapi setelah sekian lama menjalankan kegiatan dagang dari nol sampai mengerti sedikit banyak tentang dagang. Barulah terpikir bahwa ada perbedaan yang mencolok antara keduanya.

Seringkali kita dengar orang mengganti arti kata dagang dengan bisnis, atau juga sebaliknya,  seperti misalnya “saya berbisnis sepatu”, padahal sebenarnya yang dimaksud adalah “saya berdagang sepatu”.

Tapi adakalanya juga, kedua kata itu tidak bisa saling menggantikan satu sama lain, seperti kalimat “ini adalah bisnis keluarga”, atau “departemen perdagangan”, atau juga “pedagang asongan”,

coba kita ganti kata tersebut menjadi :

“ini adalah dagang keluarga”

“departemen perbisnisan”

“pebisnis asongan” ,

rasanya terdengar janggal di telinga ketika mendengar kalimat itu, tapi apa sebenarnya perbedaan antara kedua kata itu.

Dagang itu mengacu pada jenis barang yang diperjualbelikan, dan dititikberatkan pada hasil atau keuntungan yang dapat segera dirasakan, seperti dagang nasi, dagang pulsa dan dagang gorengan.

Sementara itu, bisnis itu merujuk pada lingkup bidangnya yaitu bidang perdagangan,

menitikberatkan pada keuntungan jangka panjang  yang lebih besar, jadi bisnis ini punya lingkup arti yang lebih besar,

contohnya seperti bisnis ritel, bisnis telekomunikasi, bisnis property, bisnis restoran, dan  bisnis perhotelan.

Perbedaan yang lain, dalam keseharian kita, makna dari penggunaan ke dua kata itu mempunyai nilai dan gengsi masing-masing,

kata bisnis mempunyai gengsi yang lebih tinggi dan terkesan berkelas  daripada dagang, seperti pada kata bisnis kuliner atau bisnis otomotif,bandingkan dengan dagang buah, dan dagang ikan, terkesan umum dan biasa.

Untuk menaikkan gengsi dan prestisnya sering kita dengar “saya mau coba berbisnis pulsa”, padahal maksudnya adalah berdagang pulsa.

Jadi sekarang lihat diri kita, sebagai  pebisnis atau hanya pedagang?, hanya kita sendiri yang tahu.

Berdagang adalah posisi awal untuk bisa melangkah menjadi pebisnis, karena kegiatan dasar dari berbisnis ya berdagang,

sebagai contoh, berjualan pulsa, awalnya mungkin kita menjual pulsa secara ritel dengan sebuah toko sebagai tempat berjualan,

kemudian beberapa waktu kemudian  kita merekrut karyawan, dan dibuatlah sistem dagang di toko itu,mengangkat seorang penanggung jawab toko, dan memberi tugas orang itu untuk mengurusi toko.

Di perjalanan berikutnya, mulai mencoba buka cabang, bahkan bisa kita membangun sebuah usaha server pulsa dengan mencari tambahan karyawan,  dan mengangkat penanggung jawab, begitu seterusnya.

Nah di posisi ini, sudah bisa kita dinobatkan sebagai pebisnis, dan setelah usaha ini berjalan dengan sistem yang baik,

barulah bisa memikirkan untuk mencoba bisnis yang lain, karena usaha sebelumnya sudah berjalan dan ada orang  yang menangani semuanya bahkan tanpa campur tangan kita secara langsung.

Bagi kita yang masih menjadi pedagang, jangan berkecil hati, karena posisi berikutnya sedang menunggu untuk kita tempati.

Iya benar, menjadi pebisnis.

Kalau anda sedang belajar atau baru memulai untuk menjadi pengusaha baru. Sebenarnya, tidak perlu sibuk mencari definisi apakah dia pebisnis ataukah pedagang.

Karena tenaga dan pikiran malah akan terpakai untuk hal yang tidak begitu berguna, mending kalau kita fokus pada produk atau cara usaha itu dijalankan.

Saya sendiri sudah lama berkecimpung di dunia dagang, diawali dengan keputusan untuk  resign dari tempat kerja (karyawan swasta).

Dan harapan selanjutnya adalah bedagang, dan bertahan sampai ssaat ini..

Sekarang baru mengerti, ehh..ternyata saya masih pedagang, padahal sering saya bilang ke teman-teman yang menanyakan profesi, saya bilang seorang bisnisman..

sumber gambar  https://unsplash.com/photos/8rViMo16EN0

 

 

 

 

 

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *